Minggu, 13 Oktober 2013

Pengertian Etika, Profesi, dan Etika Profesi (Tugas softskill 1)

Nama: Indah Utami Lestari

Kelas: 4EB09

NPM: 23210504




1. Etika

 Pengertian Etika

Etika (Yunani Kuno: "ethikos", berarti "timbul dari kebiasaan") adalah sebuah sesuatu dimana dan bagaimana cabang utama filsafat yang mempelajari nilai atau kualitas yang menjadi studi mengenai standar dan penilaian moral. Etika dapat dijelaskan sebagai ilmu mengenai tata perilaku hidup dalam kehidupan sehari-hari termasuk dalam dunia pekerjaaan.  Maka dari itu, etika sangat diperlukan dalam kehidupan bersosialisasi.

Definisi Etika menurut para ahli

- Menurut Bertens : Nilai- nilai atau norma – norma yang menjadi pegangan seseorang atau suatu kelompok dalam mengatur tingkah lakunya.

 - Menurut KBBI : Etika dirumuskan dalam 3 arti yaitu tentang apa yang baik dan apa yang buruk, nilai yang berkenaan dengan akhlak, dan nilai mengenai benar dan salah yang dianut suatu golongan atau masyarakat.

- Menurut Sumaryono (1995) : Etika berkembang menjadi studi tentang manusia berdasarkan kesepakatan menurut ruang dan waktu yang berbeda, yang menggambarkan perangai manusia dalam kehidupan manusia pada umumnya. Selain itu etika juga berkembang menjadi studi tentang kebenaran dan ketidakbenaran berdasarkan kodrat manusia yang diwujudkan melalui kehendak manusia.

Dari ketiga pendapat etika diatas, dapat diambil kesimpulan bahwa pengertian etika adalah nilai atau aturan-aturan yang ditetapkan untuk mengatur tingkah laku tentang baik dan buruknya seseorang dalam bersikap.

Macam-macam Etika

Ada dua macam etika yang harus kita pahami bersama dalam menentukan baik dan buruknya prilaku manusia :

1. Etika Deskriptif, yaitu Etika yang membahas tentang nilai dan perilaku manusia sebagai suatu fakta yang terkait dengan situasi dan realitas yang terjadi. Etika deskriptif memberikan fakta sebagai dasar untuk mengambil keputusan tentang prilaku atau sikap yang mau diambil.

2. Etika Normatif, yaitu etika yang membahas berbagai sikap dan pola prilaku ideal yang seharusnya dimiliki oleh manusia sebagai sesuatu yang bernilai. Etika normatif memberi penilaian sekaligus memberi norma sebagai dasar dan kerangka tindakan yang akan diputuskan.


Etika secara umum dapat dibagi menjadi :

1. Etika Umum, berbicara mengenai kondisi-kondisi dasar bagaimana manusia bertindak secara umum, bagaimana manusia mengambil keputusan, serta teori-teori etika dan prinsip-prinsip moral dasar yang menjadi pegangan bagi manusia dalam bertindak serta tolak ukur dalam menilai baik atau buruknya suatu tindakan.

2. Etika Khusus, merupakan penerapan prinsip-prinsip moral dasar dalam bidang kehidupan yang khusus. Misalnya, Bagaimana harus mengambil keputusan dan bertindak dalam kegiatan khusus yang anda lakukan, yang didasari oleh cara, teori dan prinsip-prinsip moral dasar atau dapat juga dengan anda menilai perilaku anda dan orang lain dalam bidang kegiatan dan kehidupan khusus yang dilatarbelakangi oleh kondisi yang memungkinkan manusia bertindak etis.

Etika Khusus dibagi lagi menjadi dua bagian :
a. Etika individual, yaitu menyangkut kewajiban dan sikap manusia terhadap dirinya sendiri. Jadi, etika individual ini dapat dikatakan sebagai etika yang berlaku pada masing-masing pribadi seseorang.
b. Etika sosial, yaitu berbicara mengenai kewajiban, sikap dan pola perilaku manusia dalam kehidupan bersosialisasi sehari-hari. Jadi, etika sosial ini dapat dikatakan sebagai etika untuk berkomunikasi.

Manfaat Etika

Beberapa manfaat Etika adalah sebagai berikut ,
1. Dapat membantu suatu pendirian dalam beragam pandangan dan moral.
2. Dapat membantu membedakan mana yang tidak boleh dirubah dan mana
    yang boleh dirubah.
3. Dapat membantu seseorang mampu menentukan pendapat.
4. Dapat menjembatani semua dimensi atau nilai-nilai.


2. Profesi

Pengertian Profesi
Profesi adalah kata serapan dari sebuah kata dalam bahasa Inggris “Profess”, yang dalam bahasa Yunani adalah “Επαγγελια”, yang bermakna: “Janji untuk memenuhi kewajiban melakukan suatu tugas khusus secara tetap/permanen”.

Profesi adalah pekerjaan yang membutuhkan pelatihan dan penguasaan terhadap suatu pengetahuan khusus. Suatu profesi biasanya memiliki asosiasi profesi, kode etik, serta proses sertifikasidan lisensi yang khusus untuk bidang profesi tersebut. Contoh profesi adalah pada bidang hukum, kedokteran, keuangan, militer,teknikdan desainer
Karakteristik Profesi
Profesi adalah pekerjaan, namun tidak semua pekerjaan adalah profesi. Profesi mempunyai karakteristik sendiri yang membedakannya dari pekerjaan lainnya. Daftar karakterstik ini tidak memuat semua karakteristik yang pernah diterapkan pada profesi, juga tidak semua ciri ini berlaku dalam setiap profesi:
  1. Keterampilan yang berdasar pada pengetahuan teoretis: Profesional diasumsikan mempunyai pengetahuan teoretis yang ekstensif dan memiliki keterampilan yang berdasar pada pengetahuan tersebut dan bisa diterapkan dalam praktik.
  2. Asosiasi profesional: Profesi biasanya memiliki badan yang diorganisasi oleh para anggotanya, yang dimaksudkan untuk meningkatkan status para anggotanya. Organisasi profesitersebut biasanya memiliki persyaratan khusus untuk menjadi anggotanya. Sebagai contoh merekan yang telah lulus sarjana baru mengikuti pendidikan profesi seperti dokter, dokter gigi, psikologi, apoteker, farmasi, arsitek dll. Di berbagai negara, pengacara diwajibkan menempuh ujian profesi sebelum memasuki profesi.
  3. Ujian kompetensi: Sebelum memasuki organisasi profesional, biasanya ada persyaratan untuk lulus dari suatu tes yang menguji terutama pengetahuan tentang teori.
  4. Pelatihan institutional: Selain ujian, juga biasanya dipersyaratkan untuk mengikuti pelatihan istitusional dimana calon profesional mendapatkan pengalaman sebelum menjadi anggota yang sah dalam organisasi. Peningkatan keterampilan melalui pengembangan profesional juga dipersyaratkan. Contohnya:Pelatihan tukang batu, tukang cukur, pengrajin meliputi keterampilan fisik. Pelatihan akuntan, engineer, dokter meliputi komponen intelektual dan keterampilan. Walaupun pada pelatihan dokter dan dokter gigi mencakup keterampilan fisik, tetap saja komponen intelektual lebih dominan. Komponen intelektual merupakan karakteristik professional yang bertugas utama memberikan nasehat dan bantuan menyangkut bidang keahliannya yang rata-rata tidak diketahui atau dipahami orang awam.
  5. Lisensi: Profesi menetapkan syarat pendaftaran dan proses sertifikasi sehingga hanya mereka yang memiliki lisensi bisa dianggap bisa dipercaya.
  6. Otonomi kerja: Profesional cenderung mengendalikan kerja dan pengetahuan teoretis mereka agar terhindar adanya intervensi dari luar.
  7. Kode etik: Organisasi profesi biasanya memiliki kode etik bagi para anggotanya dan prosedur pendisiplinan bagi mereka yang melanggar aturan.
  8. Mengatur diri: Organisasi profesi harus bisa mengatur organisasinya sendiri tanpa campur tangan pemerintah. Profesional diatur oleh mereka yang lebih senior, praktisi yang dihormati, atau mereka yang berkualifikasi paling tinggi.
  9. Layanan publik dan altruisme: Diperolehnya penghasilan dari kerja profesinya dapat dipertahankan selama berkaitan dengan kebutuhan publik, seperti layanan dokter berkontribusi terhadap kesehatan masyarakat.
  10. Status dan imbalan yang tinggi: Profesi yang paling sukses akan meraih status yang tinggi, prestise, dan imbalan yang layak bagi para anggotanya. Hal tersebut bisa dianggap sebagai pengakuan terhadap layanan yang mereka berikan bagi masyarakat.
3. Etika Profesi

Pengertian Etika Profesi
Etika profesi menurut keiser dalam ( Suhrawardi Lubis, 1994:6-7 ) adalah sikap hidup berupa keadilan untuk memberikan pelayanan professional terhadap masyarakat dengan penuh ketertiban dan keahlian sebagai pelayanan dalam rangka melaksanakan tugas berupa kewajiban terhadap masyarakat.
Kode etik profesi adalah system norma, nilai dan aturan professional tertulis yang secara tegas menyatakan apa yang benar dan baik, dan apa yang tidak benar dan tidak baik bagi professional. Kode etik menyatakan perbuatan apa yang benar atau salah, perbuatan apa yang harus dilakukan dan apa yang harus dihindari. Tujuan kode etik yaitu agar professional memberikan  jasa sebaik-baiknya kepada pemakai atau nasabahnya. Dengan adanya kode etik akan melindungi perbuatan yang tidak professional.

Tiga Fungsi dari Kode Etik Profesi
1.      Kode etik profesi memberikan pedoman bagi setiap anggota profesi  tentang prinsip profesionalitas yang digariskan. Jadi, setiap anggota profesi dapat mengerti tentang  pedoman yang memiliki aturan sesuai dengan profesi masing-masing.

2.      Kode etik profesi merupakan sarana kontrol sosial bagi masyarakat  atas profesi yang bersangkutan. Jadi, Sarana kontrol sosial memiliki maksud agar setiap profesi dapat menyesuaikan diri dengan membedakan urusan pribadi dengan urusan umum.

  1. Kode etik profesi mencegah campur tangan pihak diluar organisasi  profesi tentang hubungan etika dalam keanggotaan profesi.

Prinsip Etika Profesi :
 
   1. Tanggung Jawab
-  Terhadap pelaksanaan pekerjaan itu dan terhadap hasilnya.
-  Terhadap dampak dari profesi itu untuk kehidupan orang lain atau masyarakat pada
           umumnya.

2. Keadilan
-  Prinsip ini menuntut kita untuk memberikan kepada siapa saja apa yang menjadi
        haknya.

3. Otonomi
- Prinsip ini menuntut agar setiap kaum profesional memiliki dan diberi kebebasan
       dalam menjalankan profesinya


DAFTAR PUSTAKA


http://belajarkomunikasilagi. Blogspot.com/2012/11/etika-deskriptif-dan-normatif.html?m=1




Kamis, 20 Juni 2013

Conversation Related to Business Activities



Name of group:
Ika Widiyawati                       (23210408)
Indah Utami Lestari                (23210504)
Yunianti Tri Ani Astuti           (28210776)     

Class: 3EB09

Conversation Related to Business Activities

In the evening at the coffee shop, Indah meet her friend from college and then they have talking about Ika’s business.
Indah               : Hey, Ika! Long time no see! How are you?
Ika                   : Hi Indah I’m very fine, how about you?
Indah             : I’m fine too. Thank you. I hear  your shoes painting business has been       successfull now.
Ika                   : Yeah.. like to hear you, my business has been quite successful.
Indah               : Wow really exciting! Can you tell me the story of your success, Ika?
Ika                   : Well, before my business goes this big, I also experienced hard times. At the first time starting out my shoes painting, my factory where I made the shoes painting was in my own house’s. I did everything by myself. After that, I try to promote it brochures and leaflets.
Indah               : And then… What happened next?
Ika                   : I have a shoes painting store. But at the beginning of the opening, very few customers that come. despite that, I do not give up. I continued enthusiasm for managing the shop.
Indah               : I really like your spirit and how is the next?
Ika                   : Over time, many people began to like my painting shoes and I had a lot of customers that require additional employees to manage my business.
Indah               : Fantastic. you can feel what you get hard work and what do you consider as the most important thing in running your shoes painting business?
Ika                   : Definitely, costumer’s satisfaction. I wouldn’t have run my business smoothly if I belittled customer’s satisfaction. One satisfaction of a customer is enough to attract other customers to come.
Indah           : That’s great, Ika. Thank you for sharing. I wish that your story can be helpful for me someday.
Ika                  : You’re welcome, Indah. Oh I remember. I have an appointment with Asti. Would you like to wait for her?
Indah               : Oh ya? That sounds nice! I miss her so badly.
After sharing, asti come. And then they talk about successful her online business.
Indah               : Hey Asti, you look so great and more beautiful now. How are you? And now, what is your address? I heard you moved house.
Asti                 : Hey Indah and Ika. I’m fine. Yeah I have moved. Now I live at No. 10 Jl. Manggis Raya Central Jakarta.
Ika                   : How about the online business that you run now?
Asti                 : Really, good now.
Indah               : That’s good. Does your shop now seem like Ika’s?
Asti                 : Of course. I have a store because an excellent benefit from my online business.
Ika                   : When did you build it?
Asti                 : Since  april 2013 when I got a lot orders from  many customers.
Indah                : Oh yeah? It’s new. Did you manage the store itself or in collaboration with others?
Asti                  : I manage the store to join with my friends. Because I’m still new in managing my store. And I don’t know how to manage it.
Ika                   : What is the name of friends who work together to manage the store? Are they famous people or not?
Asti                  : His name is Andi Prawoto. He is  humble and not a famous person.
Ika                   : How do you meet him?
Asti                  : I meet him at business workshop at Jakarta Convention Center.
Indah               : How can you collaborate together?
Asti                 : He offered me to join for expanding his business through my online store.
Indah               : It’s nice story. Next time we are going to go to your store.
Asti                  : Ok I’ll be waiting for you come to my store.
Indah                 : Your both stories were so awesome! I am interested in having my own business too.  You two will guide me to run my business later.
Ika & Asti       : Of course! With my pleasure.
Ika                    : Ok.  Indah and I have to go. Because it’s already late.
Asti                  : Nice to meet you and see you next time. Bye…
Indah & Ika     : Bye…

And then 2 years ago Indah had her own coffee shop.